Selasa, 20 Agustus 2013

Sukses Dengan Modal 10 Ribu


Tersebutlah sebuah keluarga dengan dua orang anak. Sang suami terpaksa berhenti dari pekerjaanya karena tempatnya bekerja (perusahaan sablon) bangkrut. Simpanannya sudah habis untuk keperluan sehari-hari. Bahkan sekarang untuk makan dan biaya sekolah anak-anaknya sang istri harus menghutang tetangganya.
Suatu hari lelaki itu pergi keluar rumah dengan niat mencari pekerjaan. Akan tetapi hingga tengah hari tidak menghasilkan apa yang diharapkan. Ia berhenti di sebuah masjid dan menunaikan sholat dhuhur. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan.

Perutnya sudah sangat lapar. Dia bermaksud pergi ke warung. Tetapi niatnya digagalkan demi melihat seorang tua renta yang meminta-minta dihadapannya. Di dompetnya hanya ada dua lembar uang masing-masing lima ribuan. Satu lembar diberikannya kepada pengemis itu.”Ini buat makan ya pak….” Dia memberikan satu lembar uang lima ribuannya. Uang yang rencananya untuk makan siang. Uangnya tinggal tersisa lima ribu rupiah.

Dia berpikir, sia uangnya masih cukup untuk membeli nasi. Niat yang tadi tertunda rupanya tertunda lagi karena tiba-tiba ada seorang tua renta yang mengendarai sepeda onthel (sepeda angin) terserempet mobil di depan matanya. Dia berusaha menolongnya karena mobil yang menyerempetnya melarikan diri. Sepedanya rusak. Dengan tulus dia membawa orang tersebut dan sepedanya ke bengkel terdekat. Lagi-lagi dia berada dalam posisi yang sangat sulit, satu sisi perut lapar dan perih tapi di sisi lain ada orang yang lebih membutuhkan. Dia harus membantu perbaikan sepeda orang tersebut karena kebetulan bapak tua tadi tidak mempunyai ongkos untuk memperbaikinya.
Dia pulang ke rumah dengan tanpa membawa hasil apapun, melainkan perut kosong dan perih, tetapi hal itu diterima dengan lapang dada. Dia masih berharap, Tuhan memberikan jalan baginya. Keadaan itu berjalan berbulan-bulan hingga barang-barang di rumah sudah habis terjual.

Malam itu dia tidak bisa tidur, Pikirannya menerawang kemana-mana. Satu persatu teman-temannya sewaktu SMA dulu terlintas dibenaknya. Tiba-tiba ingatanya tertahan pada teman karibnya dulu, dimanakah dia sekarang?, apakah hidunya sudah mapan?. Teman karibnya itu tergolong mampu, buktinya dia sempat melanjutkan kebangku kuliah dan dia sendiri tertahan karena keterbatasan keuangan oarang tuanya waktu itu.

Alloh SWT memang Maha Besar, tanpa disangka-sangka seorang sahabat karib yang sempat terlintas di lamunannya kemarin malam tiba-tiba bertamu kerumahnya. Belakangan diketahui teman karibnya itu sudah menjadi ketua sebuah partai di Jawa Tengah.

Berawal dari saling menceritakan pengalaman hidupnya itu maka diapun diminta temannya itu untuk membuat umbul-umbul dan bendera dalam jumlah ribuan lembar. Jumlah yang sangat besar dibandingkan sewaktu dia masih menjadi karyawan perusahaan sablon dulu tempat bekerja. “Ada apakah ini? “pikirnya. “Apakah Alloh SWT mendengar doa-doaku? dengan cek senilai 50 juta rupiah untuk modal yang diberikan teman karibnya itu, dia sendiri masih bingung cara memakainya, maklum baru sekali ini melihat yang namanya cek. Minimal kegalaunya tentang modal awal dari pesanan yang begitu banyak sudah ada jalan keluar.

Semenjak itulah dia mulai bekerja secara mandiri. Bahkan sekarang sudah memiliki gudang dan karyawan sampai 25 orang untuk menangani bagitu banyaknya order pesanan.

Ketika ada orang bertanya, apa yang menyebabkanmu menjadi sukses dalam dunia sablon? dengan sederhana dia menjawab,” Menurut saya karena dua lembar uang lima ribuan, satu lembar untuk peminta-minta yang sedang lapar dan lembar yang kedua untuk seseorang yang perlu perbaikan sepeda. Saya mengatakan itu yaa karena kenyataanya seperti itu, pada waktu itu barang-barang di rumah sudah habis dijual untuk menyambung hidup, tapi keinginan bertemu dengan sahabat karib SMA dulu kok tahu-tahu dia sudah bertandang ke rumah. Tidak ada akibat tanpa sebab. Saya yakin dengan sedekah, apalagi sedekah pada saat kita sendiri lagi susah, bersedekah ketika miskin sangat bernilai di mata Alloh SWT, tetapi bersedekah pada saat lapang seperti sekarang ini jangan ditinggalkan.

Jawaban sederhana yang dapat membuat orang lain tertarik dengan kisah hidupnya. Subhanalloh…….

Sumber : http://kunfayakun.blogdetik.com/

Kisah Sukses Pedagang Kecil Dengan Sedekah

Sedekah terbaik yang dilakukan seorang pedagang nasi bernama Imam Syafi’i di Surabaya yang biasanya mendapat untung hanya rata-rata Rp 10.000 setiap hari. Suatu hari, di bulan Januari 2007, setelah mendengarkan tausiyah dari seoraqng ustadz tetntang keutamaan sedekah, dia dan istriya tergerak hati untuk menyedekahkan seluruh uang tabungan yang mereka miliki, yaitu hanya Rp 1 juta.

Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar kontrakan rumah, rekening listrik, baiya sekolah anaknya dan lain-lainnya. Akan tetapi akhirnya dengan penuh keyakinan mereka menyedekahkan seluruh uang tersebut. Uang yang bagi mereka angat besar dan sangat berarti karena menyangkut kepastian hidup bernaung dan sekolah anak-naknya juga.

Satu minggu berlalu, tidak ada jawaban apa-apa terhadap sedekah yang mereka keluarkan. Dua bulan kemudian, mereka mulai goyah dengan keyakinannya tentang sedekah. Sebab uang tersebut merupakan cadangan satu-satunya yang mereka punyai untuk berbagai keperluan rumah tangganya.

Istrinya sempat ingin meminjam uang kepada tetangga, namun suaminya melarangnya.”Kalaupun kita diusir dari rumah kontrakan gara-gara sedekah, mengapa kita tidak mengadu kepada Alloh bu?.”Begitu kata suaminya.

Benar saja, tidak berapa lama kemudian, pedagang nasi itu ditunjuk sebagai koordinator catering korban lumpur Lapindo. Setiap hari dia mendapat order Rp 30 juta. Apabila mengambil untung 5 % saja, dalam dua bulan mereka sudah mendapat untung Rp 90 juta.! “Sejak saat itulah kami merasa rejeki kami terus mengalitr. Kami yakin ini juga berkat doa santri-santri Al Qur’an yang turut kami santuni,” kata Imam Syafi’i.

Bulan Nopember 2007, pedagang nasi itu telah menandatangani kontrak Rp 20 Milyar yakni untuk menyediakan catering dari Group Bakrie. Kini dalam waktu setahun mereka telah berkembang menjadi tiga perusahaan yaitu PT.Diana (catering), PT.Kurnia (perusahaan lata catering) dan PT.Prakoso (supplier produksi catering). Usaha catering mereka bahkan ditabelkan sebagai terbesar kedua di Surabaya. Sebanyak 120 karyawan bekerja di tiga perusahaan tersebut. Selain itu, sebagai wujud rasa syukur, tahun lalu dia menghajikan 13 anggota keluarga besarnya, termasuk anaknya. Sedekah tetap mereka jalankan karena mereka merasa bahwa kekayaan yang mereka miliki berkat dari sedekah 1 juta dulu, cadangan uang satu-satunya yang mereka miliki. Tidak mudah bagi siapapun menyedekahkan uang yang baginya sangat berarti, sangat diandalkan bagi kelangsungan hidup usaha dan tempat bernaungnya termasuk kelanjutan sekolah anak-anaknya. Tapi itulah rezeki Imam Syafi’i, seseorang yang telah melakukan sedekah terbaik yang mereka punyai, yang telah mengangkat harkat dan martabat keluarganya yang tadinya miskin dan kini telah berubah drastis. Rezeki itu memacu cepat perkembangan usahanya. subhanalloh…..

>>Lukman<<
Sumber: http://lazdai.org/?p=66

Minggu, 17 Oktober 2010

7 Langkah Menjadi Pengusaha Sukses

Siapa sih yang tidak ingin sukses? Pertanyaan demikian mungkin ada dalam hati setiap orang yang hidup didunia ini. Setiap orang memiliki niat dan tujuan untuk menjadi orang sukses, namun tidak semuanya dapat berhasil meraihnya karena kesuksesan itu sangat bergantung kepada tingkat “kemauan” yang dimiliki. Ada orang yang memiliki kemauan minimal, maka kesuksesan yang akan diraihnya juga minimal. Sebaliknya, jika orang tersebut memiliki kemauan optimal, maka kesuksesan yang diperolehnya akan semaksimal usahanya. Jadi intinya adalah semuanya kembali diri kita pribadi, mau menjadi sukses dalam jangka waktu pendek atau panjang. Kita sendiri yang menentukan…
Berikut ini saya berikan langkah-langkah yang harus dimiliki oleh seorang entrepreneur agar dirinya bisa berhasil, antara lain:
1. Semuanya Berawal dari Impian dan Imajinasi
Setiap orang tentunya memiliki impian dan imajinasi. Alat-alat yang banyak kita gunakan saat ini seperti: lampu, listrik, pesawat, mobil, motor, dan lain-lain merupakan wujud nyata dari impian dan imajinasi yang dimiliki oleh para penemunya. Tentunya impian dan imajinasi tersebut harus dituangkan dalam bentuk nyata, yakinlah dengan apa yang kita miliki dan jangan pernah takut untuk mencoba. Seseorang yang memiliki impian dan daya imajinasi yang kuat pada umumnya mampu menciptakan dan membuat satu terobosan, dalam kamus mereka tidak ada kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.
2. Mencintai Produk atau Jasa yang Ditawarkan
Biasanya pengusaha memilih jenis usaha yang akan dijalankan berdasarkan hobi dan kecintaanya terhadap jenis usahanya tersebut. Seseorang yang hobi mengajar tentunya akan memilih bidang usaha pendidikan seperti membuka lembaga pendidikan ataupun bimbingan belajar. Begitu juga jika orang tersebut hobi makan, pastinya usaha yang sesuai dengannya adalah usaha rumah makan. Kecintaan kita terhadap produk dan jasa yang ditawarkan akan meringankan beban kita dalam menghadapi halangan dan kesulitan yang datang menghampiri karena kita menjalankannya dengan senang hati.
3. Memiliki Sikap Ulet dan Berjiwa Optimis
Dua kata diatas merupakan kata kunci yang wajib dimiliki oleh setiap entrepreneur. Selalu optimis untuk meraih apa yang telah diimpikannya dan pantang menyerah akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang dijalankan. Orang yang ulet memiliki semangat pekerja keras dimana dirinya akan selalu memikirkan apa yang harus dilakukan demi mengembangkan usahanya. Jangan menjadi orang yang malas karena sikap malas dan ogah-ogahan hanya akan membuat diri Anda semakin hanyut dan tenggelam dalam arus persaingan yang sangat deras.
4. Berani Mengambil Resiko Kegagalan
Dalam menjalankan suatu usaha, kegagalan akan menjadi faktor resiko yang perlu dipertimbangkan. Banyak diantara para pengusaha yang baru bisa mencapai titik kesuksesan setelah mereka merasakan pahitnya kegagalan. Seorang pengusaha sukses memiliki pandangan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.
5. Memiliki Kemampuan Komunikasi yang Baik
Menjadi pengusaha sukses harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dalam prakteknya, para pembeli akan merasa sangat senang jika penjelasan mengenai produk dan jasa yang ditawarkan dapat disampaikan dengan bahasa yang santun. Dengan bahasa komunikasi yang sopan santun juga akan membuat Anda semakin mudah dalam menjalin relasi dengan pihak lain seperti: teman, mitra usaha, dan lain-lain.
6. Selalu Mencari Masukan dan Nasehat dari Orang Lain
Ada pepatah yang mengatakan “Pengalaman adalah guru yang paling berharga”. Sebagai pengusaha yang baru akan memulai usaha, masukan dan nasehat dari orang lain yang lebih berpengalaman dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran Anda dalam menjalankan usaha. Gunakan insting kreativitas Anda untuk melakukan modifikasi berdasarkan pengalaman yang diceritakan untuk memperoleh satu terobosan, hal ini dilakukan untuk menghilangkan image Anda sebagai tukang tiru yang tidak memiliki inisiatif dan kreativitas.
7. Membuka Diri dari Perubahan yang Terjadi
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap detik keadaan disekitar Anda selalu berubah sesuai ruang dan waktu. Terkadang hal tersebut akan berdampak pada usaha yang dijalankan sehingga Anda mesti melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan yang terjadi. Teknik marketing yang Anda gunakan sekarang belum tentu masih bisa digunakan di masa yang akan datang. Belum lagi untuk jenis model, gaya hidup, serta trend yang sedang terjadi di masyarakat sedikit banyak akan berpengaruh pada usaha Anda. (DW)
dari : http://www.bloggerborneo.com/7-langkah-menjadi-pengusaha-sukses/

Selasa, 07 Juli 2009

Membuka Usaha Sendiri

Tuesday, 12/05/2009 14:32 WIB

Assalamualaikum wr. wb.

Saya sorang ibu, bekerja sebagai pegawai swasta, tp cuma kontrak, tiap tahun diperpanjang.

Sebagai seorang ibu saya berat rasanya meninggalkan anak setiap hari. Saya ingin membuka usaha supaya bisa memiliki waktu yang lebih banyak untuk anak saya. Kira2 usaha apa yang sebaiknya saya buka, supaya saya tetap bisa punya penghasilan tapi saya tetap punya waktu yang lebih banyak buat anak saya. Bagaimana dengan peluang usaha warnet dan game online?

Demikian pertanyaan saya, atas bantuannya saya ucapkan terima kasih

wassalamualaikum wr. wb

Sukmawaty

Jawaban

Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakaatuh

Ibu Sukmawati yang dirahmati Allah

Saya seringkali mengatakan "Ada harga yang harus dibayar !" Tampaknya ibu membayar pekerjaan ibu dengan perasaan yang tidak menentu harus meninggalkan anak dan kehilangan saat2 terindah melihat anak tumbuh. Tapi jangan khawatir banyak bisnis yang bisa dilakukan dengan tidak meninggalkan rumah dan tetap bisa memantau pertumbuhan anak2 kita.

Ambil contoh: Apakah ibu bisa memasak? Saya yakin setiap ibu atau istri harusnya bisa memasak. nah ibu bisa buka warung nasi di rumah. Bisa juga buat kue2 yang kemudian dititip ke toko2. Kalau ibu punya ketrampilan bahasa bisa buka private di rumah. Coba deh ibu eksplore kelebihan2 atau kebisaan2 yang ibu miliki pasti banyak sekali.

Disamping secara konvensional ibu juga bisa memasarkan produk2 yang ibu hasilkan lewat internet. Banyak teman2 saya yang wanita atau istri2 mereka yang berbisnis dari rumah apakah busana muslim ,kue, tas, perhiasan, jasa kecantikan, jual produk2 kesehatan dan masih banyak lagi yang semuanya bisa dilakukan lewat internet.

Peluang warnet dan game online hanya bagus apabila letaknya dekat dengan kampus, kalau tidak rasanya berat, itu pengakuan teman dan keponakan saya sendiri yang menggeluti bisnis ini. Semoga Bermanfaat..

Belajar Lagi Lebih banyak tentang bisnis dengan mengklik disini
Valentino Dinsi (Spiritual Entrepreneur beralamat di www.valentinodinsi.com dan www.bisnis2121.com)

Mencari Pekerja Yang Amanah, Jujur dan komunikatif

Senin, 01/06/2009 14:19 WIB

Assalamu'alaikum wr wb.

Saya seorang entrepreneur di tour dan travel sedang mencari pekerja yang amanah, Jujur dan komunikatif. Saya mempunyai pendapat bahwa pekerja itu tidak bisa dilihat dari IQnya tapi lebih pada EQ dan SQ. Bagaimana pak Dinsi ? Bila ada yang berminat silahkan kirim CV/Resume nya ke info@primaglobalink.com. Trima kasih

Wassalam,
Chaerul Lukman

Jawaban

Wa'alaikumussalam Wr.Wb

Bapak Chaerul Lukman yang dirahmati Allah

benar sekali apa yang bapak sampaikan. Kesuksesan seseorang maupun usaha tidak bisa digantungkan pada kecerdasan karyawan semata (IQ), tapi juga harus dilihat dari kemampuannya berhubugan dan berkomunikasi dengan orang lain (EQ). dan yang lebih penting lagi dia takut dan tunduk hanya kepada Allah dengan perilaku yang jujur lagi amanah (SQ).

Semoga Bermanfaat.

Belajar Lagi Lebih banyak tentang bisnis dengan mengklik disini


Valentino Dinsi (Spiritual Entrepreneur beralamat di www.valentinodinsi.com dan www.bisnis2121.com)

Senin, 01 Juni 2009

MEMBUKA USAHA SAMPINGAN

PENGHASILAN BISA BESAR

Jangan salah kira, usaha sampingan, apabila Anda jalankan dengan sungguh-sungguh bisa memberikan hasil yang sama ­ bahkan lebih besar ­ dibanding bila Anda bekerja dan mendapatkan gaji.

Saya pernah memperhatikan tukang sate yang berjualan di dekat rumah saya. Setiap hari, dari jam 17.00 - 24.00 (7 jam kerja), ia bisa menjual sekitar 250 tusuk sate ayam. Kalau satu tusuk dihargai Rp 400, maka ini berarti ia mendapatkan Rp 100 ribu sehari. Dalam sebulan, ia bisa bekerja sekitar 25 hari. Ini berarti pemasukannya sebulan mencapai Rp 2,5 juta. Saya pernah tanya berapa sih keuntungannya dari Rp 2,5 juta itu? Dia bilang sekitar 60 persen. Ini berarti keuntungannya adalah Rp 1,5 juta setiap bulan. Itu belum termasuk keuntungan dari penjualan lontongnya.

Tentu saja Anda tidak harus jadi penjual sate bila Anda memang tidak mau. Anda bisa membuka usaha lain yang mungkin lebih Anda kuasai seluk-beluknya. Prinsipnya di sini adalah apa pun usahanya, kalau Anda jalankan dengan serius, hasilnya bisa besar.

Pada awalnya yang namanya usaha mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Penghasilannya mungkin belum seberapa. Tapi itu karena usaha Anda mungkin belum dikenal orang banyak. Namanya juga masih baru. Lama kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda pasti akan mulai berkembang, sehingga hasil yang Anda dapatkan makin besar pula.

Tukang sate tadi misalnya. Saya yakin, pertama kali ia membawa dagangannya, orang mungkin masih ragu-ragu untuk mencoba satenya, karena orang baru pertama kali melihat tukang sate ini. Tapi lama kelamaan, orang mulai memesan satenya, dan akhirnya orang ini identik dengan sate. Setiap kali ia lewat di depan rumah saya, saya langsung teringat akan satenya. Itu bukti bahwa usaha apa pun membutuhkan pengenalan.

Orang harus kenal lebih dulu dengan usaha Anda, apa pun usaha itu. Entah toko, entah restoran kecil, entah usaha jahitan. Mungkin pengenalannya makan waktu satu tahun, dua tahun, atau mungkin hanya beberapa bulan, tergantung bagaimana promosi Anda. Setelah kenal, barulah selebihnya tergantung pada kualitas produk Anda. Bila sekali saja konsumen tak suka, seterusnya mereka kapok membeli produk Anda. Apa pun jenisnya. Karena itu, Anda juga harus menjaga kualitas produk agar sesuai keinginan konsumen.


TIDAK HARUS MENINGGALKAN PEKERJAAN

Siapa bilang bahwa Anda harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda sekarang bila Anda menjalankan usaha Anda? Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda. Anda bisa menjalankan usaha Anda sambil Anda tetap bekerja di pekerjaan Anda sekarang.

Hitung-hitung, Anda nantinya akan punya pendapatan yang dobel kan? Pertama-tama, mungkin pendapatan usaha Anda masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan Anda. Tetapi lama-lama, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda akan makin maju, dan pendapatan usaha Anda siapa tahu akan meningkat dan bisa menyamai gaji Anda?

Kemudian, siapa tahu juga pendapatan usaha Anda bisa meningkat lagi dan melebihi gaji Anda? Saya banyak melihat contoh orang yang merintis usaha sambil tetap mempertahankan pekerjaannya. Lama-lama ketika usahanya makin sukses, pendapatan dari usahanya meningkat, dan jumlahnya jauh melebihi gajinya. Sehingga ia memiliki pilihan apakah ia akan mempertahankan kedua pendapatannya, atau meninggalkan pekerjaannya dan terjun total 100 persen ke dalam usahanya dengan harapan agar penghasilan dari usahanya bisa makin besar.

Bagi Anda yang menjadi ibu rumah tangga dan hanya suami yang bekerja, mungkin bisa lebih enak lagi. Anda merintis usaha Anda, sementara suami Anda tetap mendapatkan gaji dari pekerjaannya. Masing-masing dari Anda sekarang menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Bukan begitu?


SIAP MELUANGKAN WAKTU

Kalau Anda menjalankan usaha Anda sambil masih tetap bekerja, maka Anda harus siap meluangkan waktu. Bagi Anda yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, Anda harus siap menyisihkan sekitar ­ mungkin ­ 4 jam setiap hari untuk mengurus usaha baru Anda. Bagi Anda yang juga bekerja di kantor, mungkin Anda harus siap menjalankan usaha Anda pada malam hari. Terserah Anda. Yang jelas, Anda harus memiliki komitmen untuk mau menjalankan usaha Anda, dan jangan kaget kalau nanti Anda akan lebih capek dari biasanya. Ini wajar, karena Anda menjalankan dua pekerjaan sekaligus kan?

Tapi apa yang membuat Anda mau lebih capek dari biasanya? Apa yang membuat Anda mau repot-repot menjalankan usaha Anda? Ini karena Anda ingin agar usaha Anda bisa berkembang kelak dan pengelolaannya bisa Anda serahkan ke anak buah Anda sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk keluarga Anda kelak sementara tetap men-dapatkan penghasilan. Jadi, Anda investasi waktu (mau lebih sibuk) sekarang, dengan harapan agar Anda mendapatkan waktu yang lebih banyak kelak. Jadi, sesibuk apa pun sekarang, kenapa Anda tidak luangkan waktu untuk merintis sebuah usaha?


PERLU DUKUNGAN KELUARGA

Minta dukungan dari keluarga Anda. Kalau perlu, ajak suami Anda untuk ikut membantu Anda. Libatkan suami Anda dari awal. Dengan demikian, suami Anda bisa ikut berperan dalam usaha Anda. Dukungan suami itu penting lo. Banyak usaha rumahan yang gagal karena tidak adanya dukungan suami.

Bukan berarti Anda tidak akan berhasil dalam usaha Anda bila tidak didukung suami, tapi memang akan sangat membantu kalau suami Anda ikut mendukung usaha Anda kan? Kalau perlu, jangan katakan pada suami bahwa ini adalah usaha Anda. Katakan padanya bahwa ini adalah usaha keluarga, bukan usaha Anda. Kelak kalau usaha ini besar, suami Anda bisa ikut terlibat di dalamnya. Bukankah akan mengasyikkan bila suami-istri bekerja bersama membangun usaha keluarga?


TIDAK HARUS SEKOLAH TINGGI

Apakah Anda adalah salah satu dari mereka yang tidak mengenyam sekolah tinggi? Apakah Anda cuma lulusan SMP? Apakah Anda cuma lulusan SMEA? Atau apakah Anda sama sekali tidak pernah sekolah dan hanya punya pengalaman?

Baca ini: Anda tidak harus mengenyam sekolah tinggi lebih dulu untuk bisa membuka usaha dan berhasil dalam usaha Anda. Kita sudah sering mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada banyak orang berhasil dalam membangun usahanya dari nol, meski tidak memiliki pendidikan tinggi. Liputan di NOVA, baik rubrik Profil maupun Peristiwa, sering menampilkannya.

Apa resepnya sehingga mereka bisa berhasil? Ketekunan dan motivasi untuk bisa berhasil. Yang lebih penting, ia ­ walaupun tidak sekolah tinggi ­mau belajar. Belajar tidak harus ditempuh dengan sekolah. Anda bisa belajar dari pengalaman Anda, dari buku, dan dari pengalaman orang lain (baik keberhasilan maupun kegagalannya). Satu lagi, mereka mau memulai usahanya dari kecil lebih dulu, sebelum lama-lama usaha itu menjadi besar. Percayalah, Anda punya kesempatan yang sama dengan saya, dan dengan orang yang lain untuk bisa berhasil, walaupun Anda tidak memiliki pendidikan tinggi sekalipun.

Jadi tunggu apa lagi? Tetapkan tekad untuk membuka usaha sampingan. Sekarang juga.

Panduan Gratis Usaha Mandiri

Setiap orang menginginkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun tak semua orang bisa memperoleh pekerjaan. Apa yang akan anda lakukan seandainya lamaran pekerjaan yang anda tawarkan ke perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi terkait ditolak? Atau apa yang akan anda lakukan seandainya anda tidak memiliki kemampuan khusus (special skills) untuk bekerja?

Jangan khawatir! Di sini saya akan mencoba membagi banyak panduan usaha mandiri untuk anda yang ingin memperoleh penghasilan dari wiraswasta, agrobisnis, maupun beragam usaha mandiri lainnya. Dilengkapi dengan beragam ebook penunjang lainnya. Buat apa beli kalau SEMUA GRATIS!

Untuk PDF Reader, silahkan gunakan Foxit Reader yang lebih stabil dan lebih cepat! Download Foxit Reader di sini.

Panduan Usaha

1. Cara Membuat Tempe

2. Cara Membuat Kerupuk Ikan

3. Resep Membuat Aneka Roti

4. Cara Membuat Bihun/Mie Jagung

5. Cara Membuat Kecap Kedelai

6. Cara Membuat Keripik Kentang

7. Cara Membuat Nata de Coco (Sari kelapa)

8. Cara Membuat Susu Kedelai & Selai kacang

9. Resep Berbagai Masakan Restaurant


Panduan Usaha Pertanian

1. Budidaya Jamur Tiram-1

2. Budidaya Jamur Tiram-2

3. Siklus Pertumbuhan dan Perkembangan Jamur Tiram

4. Budidaya Jamur Tiram di Rumah

5. Budidaya Jamur Merang

6. Budidaya Jamur Kuping

7. Standar Kelas Kualitas Jamur Kuping Kering

8. Budidaya Jamur Media Alang-Alang

9. Budidaya Jamur dengan Media Ampas Aren

10. Bertani Jagung

11. Bertani Kacang Tanah

12. Bertani Tembakau

13. Bertani Singkong/Ketela Pohon

14. Bertani Ubi Jalar/Ketela Rambat

15. Bertani Talas

16. Bertani Padi



Panduan Budidaya Peternakan

1. Budidaya Belut

2. Beternak Bekicot

3. Beternak Burung Walet

4. Beternak Ayam Buras

5. Budidaya Ayam Petelur

6. Budidaya Ayam Ras Pedaging

7. Budidaya Burung Puyuh

8. Budidaya Itik

9. Budidaya Sapi Potong

10. Budidaya Sapi Perah

11. Beternak Domba

12. Beternak Kelinci

13. Beternak Lebah Madu

14. Budidaya Kodok

15. Budidaya Jangkrik

16. Budidaya Cacing Tanah



Panduan Budidaya Perikanan

1. Budidaya Ikan Gurame

2. Budidaya dan Pembenihan Ikan Tawes

3. Budidaya Ikan Mas Koki Mutiara

4. Budidaya Udang Windu

5. Budidaya Udang Galah


Sebagai bonus, berikut adalah panduan untuk strategi pemasaran dan panduan-panduan lain yang sangat bermanfaat untuk anda semua:

1. Bussiness School (Robert T Kiyosaki)

2. Rahasia Seorang Penjual Ulung (David Cowper)

3. Siasat Bisnis (Hermawan Karjaya)

4. Berbisnis Dengan Hati (Aa Gym)

5. Perubahan (Rheinald Kasali)

Dikutip dari:
http://safril.wordpress.com/2009/03/22/panduan-gratis-usaha-mandiri/